E-Marketing
E-Marketing adalah segala usaha yang dilakukan untuk
melakukan pemasaran suatu produk atau jasa melalui atau menggunakan media
Internet atau jaringan. E-marketing adalah electronic-Marketing adalah bagian
dari e-Business yang memanfaatkan medium elektronik untuk melakukan aktivitas
marketing dalam upaya mencapai tujuan marketing.
4 tahap dalam strategy e-marketing
-
Strategi E-marketing (E-marketing
Strategy), dimana pada tahap ini menggunakan analisis 4P, yaitu
price, harga yang diberikan
perusahaan kepada pelanggan,
place atau tempat dimana
produk-produk perusahaan ditawarkan,
promotion atau promosi yang
sebaiknya atau telah dilakukan perusahaan untuk menarik pelanggan untuk membeli
produknya, dan
product yaitu produk-produk apa
saja yang perusahaan tawarkan kepada pelanggan.
-
Hubungan strategi e-marketing
dengan strategi e-business yaitu
E-marketing
merupakan electronic-Marketing yang adalah bagian dari e-Business yang
memanfaatkan medium elektronik untuk melakukan aktivitas marketing dalam upaya
mencapai tujuan marketing.
Ada
4 metode SOSTAC yang diperkenalkan Paul Smith, yaitu :
-
Situation Analysis (Where Are We Now?)
Situation
Analysis merupakan tahapan pertama dalam metode SOSTAC yang bertujuan untuk
menganalisa situasi dan kondisi dari proses pemasaran yang sedang berjalan dalam
perusahaan. kesempatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan perusahaan serta
hambatan baik dari luar dan dalam perusahaan dapat menggunakan kerangka SWOT
yang dikembangkan oleh Albert Humphrey. SWOT terdiri dari :
-
Strengths adalah suatu hal yang menjadi kekuatan dan
keunggulan dari perusahaan yang dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan.
Contohnya seperti : Mempunyai merek yang sudah terkenal, mempunyai pelanggan
tetap yang setia.
-
Weaknesses adalah suatu hal yang menjadi kelemahan dari
perusahaan, yang dapat merugikan perusahaan. Contohnya seperti: Layanan yang
buruk, merek yang tidak dipercaya oleh konsumen, kurangnya sumber daya manusia.
-
Opportunities adalah kesempatan yang dimiliki perusahaan
yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan meningkatkan
keuntungan perusahaan. Kesempatan bisa dari dalam maupun luar perusahaan.
-
Threats adalah gangguan atau hambatan dari dalam
maupun luar perusahaan yang dapat menyebabkan masalah bagi perusahaan dan dapat
berakibat pada kerugian perusahaan. Contohnya seperti : kompetitor, bencana
alam.
-
Objectives (Where Do We Want to Be?)
Setelah
perusahaan sudah mengetahui dimana posisi mereka saat ini, maka perusahaan
dapat masuk ke dalam tahapan kedua dalam SOSTAC dan dapat mulai menentukan
tujuan-tujuan yang ingin dicapai.
-
Strategy (How Do We Get There?)
Tahapan
ketiga dalam SOSTAC, yaitu tahap perumusan strategi yang dapat disusun setelah
tujuan yang ingin dicapai telah ditetapkan dan dirumuskan pada tahap
sebelumnya. perumusan strategi juga termasuk mengidentifikasi strategi
cadangan, melihat kembali ciri-cirinya dan memilih kandidat strategi e-marketing terbaik untuk dipakai.
-
Tactics (How to get there?)
Langkah
keempat adalah untuk merumuskan taktik. Taktik merupakan rincian langkah dari
sebuah strategi yang telah disusun. Perumusan taktik ini sangat penting dalam
pencapaian tujuan pemasaran perusahaan. Sebagai contoh, sebuah website online shop ingin produk-produk
yang dijualnya lebih diketahui meningkatkan linger
time pengunjung mereka. Untuk melakukan itu, di dalam website tersebut ditambahkan fitur-fitur sebagai berikut:
a.
Membuat fitur “similar items” dimana
produk yang serupa dengan yang sedang dilihat oleh pelanggan ditampilkan.
Produk-produk yang biasanya dibeli secara bersamaan juga ditampilkan.
b.
Membuat fitur “review pelanggan”. Pelanggan dapat memberi nilai terhadap suatu produk
dan menulis ulasan mereka terhadap suatu produk. Dari situ pelanggan yang akan
membeli dapat tahu apakah produk tersebut bagus atau dia lebih baik membeli
produk lain yang disarankan dalam ulasan pelanggan tersebut, yang juga tersedia
dalam website online shop tersebut.
-
Action (What is Our Plan?)
Setelah
taktik telah dirancang kemudian waktunya dijadikan suatu rangkain proses kerja.
Proses kerja ini diharapkan terstruktur dan terjadwal. Oleh karena itu dalam
tahapan ini dibuatlah susunan kerangka kerja, dalam bentuk flow chart, gantt
chart. Serta membuat perencanaan secara detail dan membuat risk management plan.
-
Control (Did We Get There?)
Pada
bagian control disini adalah untuk memonitor dan mengevaluasi secara berkala
apakah aplikasi e-marketing yang
telah diterapkan perusahaan sudah berhasil mencapai tujuan atau belum. Bila
belum mencapai tujuan, kesalahan apa yang membuat tujuan tersebut menjadi
terhambat.
1.
Dalam penerapan Dalam
penerapan SOSTAC dalam e-marketing, penting untuk melakukan analisis terlebih
dahulu. Yang pertama model pendekatan SOSTAC seperti apa yang dibutuhkan untuk
perusahaan dapat menyelesaikan masalah e-marketing. Setelah itu menyusun
bagaimana model tersebut dapat menyelesaikan masalah dan seberapa efektif model
tersebut dapat menyelesaikan masalah. Selanjutnya adalah penetapan kapankah
model akan diterapkan. agar dalam penerapan perencanaan model dapat tertata dan
terlaksana dengan baik.
Contoh :
AXIS dalam SOSTAC :
SITUATION (Situasi).
Saat ini penulis sedang menjalani pengamatan
terhadap masalah yang dihadapi oleh AXIS dan situasi di dalam AXIS yang berbeda
dengan situasi perusahaan ditempat lain, karena memiliki karakteristik
tertentu. Lingkungan di AXIS relatif homogen karena terdiri dari sebagian besar
pada gerak usaha operator seluler dimana staf pekerja AXIS adalah , marketing dan sebagian kecil dari non
anggota pemasaran.Suasana yang terasa di AXIS ini adalah suasana marketing, terasa sekali semangat dan di
tuntut untuk mencapai target pemasaran,sehingga bisa dikatakan situasi
kondisinya logis tenaga marketing
secara langsung ataupun supporting system. Sehingga untuk menjadi perhatian
, keluasan usaha, cakrawala pengetahuan dalam bidang marketing menjadi hal yang penting.
Analisis SWOT yang adalah :
Strength (kekuatan)
AXIS memulai kiprahnya sebagai operator GSM
nasional yang mendambakan penawaran harga sederhana, transparan dan bersaing.
AXIS adalah produk selular yang selama ini dicari oleh pengguna layanan selular
di Indonesia. Karena selama ini pelanggan senantiasa dihadapkan pada layanan
GSM yang mahal dan pemberlakukan tarif yang membingungkan. Saud Al-Daweesh,
Presiden Komisaris AXIS, mengatakan bahwa kombinasi populasi di Indonesia yang
besar dengan tingkat penetrasi telepon selular rendah serta GDP per kapita yang
relatif tinggi menjadikan Indonesia pasar menjanjikan.“Perkiraan kami, lebih
dari 150 juta masyarakat Indonesia masih menunggu layanan GSM yang terjangkau,”
tambah Saud Al-Daweesh. Axis saat ini telah beroperasi di Jawa TImur dan Jawa
Barat yang sekarang merambah Jabodetabek. Pembangungan BTS mencapai jumlah
3.700 unit hingga akhir tahun. Jaringan AXIS akan meliputi Banten, Sumatera
Utara, Jawa Tengah, Bali dan Lombok. Axis didukung oleh pemegang saham
mayoritas yaitu Saudi Telecom Company dari Arab Saudi dan Maxis Communications
dari Malaysia. Weakness (kelemahan)
Kelemahan AXIS adalah menghadapi
pesaing-pesaing di atas adalah dengan persaingan harga yang cukup ketat,
merupakan pemain lama yang memiliki, akses pelanggan dan jaringan yang cukup
kuat. Sedangkan Indosat dan telkomsel adalah perusahaan BUMN yang memiliki
kekuatan yang cukup mampu bertahan dan memiliki sebuah kemapanan secara
keuangan dan politik.Sedangkan AXIs merupakan perusahaan swasta yang
membutuhkan semangat perjuangan dengan kemandirian yang kuat.
Opportunity (Peluang)
Dalam skema tarifnya, Axis mengenakan tarif
ke pelanggan Rp 60 per SMS berlaku ke seluruh operator seluler di Indonesia.
AXIS juga mengenakan tariff Rp 60 per menit untuk panggilan ke sesama AXIS,
serta Rp 600 per menit untuk panggilan lokal keoperator lain. Pengenaan tarif
ini bersifat tetap, mulai dari menit pertama panggilan tanpa ada syarat dan
ketentuan yang tersembunyi, dan dibebankan per 15 detik.“Kami yakin konsumen
akan mendapatkan manfaat dari tarif yang murah dan menghargai struktur tarif
kami yang transparan dan sederhana,” kata Erik Aas, Presiden Direktur Axis saat
peresmian. Erik mengklaim bahwa tarif SMS Axis merupakan yang termurah saat
ini.
Mulai merambahnya dan dikenalnya alat
komunikasi nirkabel di kalangan masyarakat sampai pelosok-pelosok adalah
peluang yang cukup menjanjikan bagi AXIS. Sebagai bentuk pengakuan dari
investasinya di Indonesia, AXIS telah memperoleh sertifikat Uji Layak
Operasi(ULO) untuk seluruh wilayah di Pulau Jawa. Pengembangan berikutnya
adalah diwilayah Sumatera bagian Utara, Bali dan Lombok. Uji layak atau
feasibility dibutuhkan usaha untuk menjapai sasaran yang tepat dalam melakukan
investasi, sehingga investasi dapat efektif dalam mencapai sasaran pelanggan
dan pangsa pasar. Besarnya jumlah penduduk dan penyebaran yang tidak merata
merupakan kesempatan dan peluang usaha yang baik dalam membangun jaringan baru
bagi AXIS.Dalam kesempatan itu Erik juga memaparkan komitmen investasi jangka
panjang AXIS. Treath (Ancaman)
Perkembangan teknologi VOIP merupakan ancaman
besar karena merupakan peningkatan layanan melalui VOIP akan murah karena
system kerjanya merupakan inovasi HT yang dapat memiliki jangkauan panjang dan
bebasa biaya, hanya dengan memasang ripiter saja dan menggunakan warles dengan
IP tertentu. Inovasi teknoligi invormasi cukup luar biasa dan besar dengan
peningkatan kualitas masyarkat dalam menggunakan informasi dan telekomunikasi
jarak jauh yang semakin mereka butuhkan.
2. OBJECTIVES
(Sasaran)
Sasarannya adalah sektor telekomunikasi
seperti hanya perusahaan Seluler lainnya. AXIS telah menerapkan penggunaan 5 P
dan SMART dalam menjalankan kegiatannya. Hal ini menjelaskan penerapan
Manajemen berdasarkan Sasaran.Mengejar pangsa pasar Indonesia bagian timur
merupakan terobosan sasaran yang tepat, karena pengusaan operator mapan dalam
hal ini adalah XL, Telkomsel, dan Indosat sudah mengusai sebagian besar
Indonesia bagian barat. Sasaran berikutnya adalah eksekutif muda yang baru
mempunyai daya beli dan menikmati pendapatan mereka dalam penggunaan seluler,
maka harga yang murah menjadi pilihan mereka. Komunitas mereka lebih luas dan
masyarakat komunitas cukup efektif untuk menjadi sasaran. Terutama komunitas
internet yang tergabung dalam face book dan frienster,. Sehingga perlu
membangun komunitas dengan memberikan stimulus, fasilitas layanan dan insentif
bagi mereka.
STRATEGY
AXIS
Web AXIS aktif bergaul,berkomunikasi dan
berdiskusi dengan semua lapisan masyarakat atau public tanpa mengenal suku,
daerah pengiriman ataupun usia dengan berkomunikasi yang baik, yang menampilkan
AXIS mempunyai jati diri, tanggung jawab dan rela melayani semuanya demi
kepentingan bersama. AXIS membuka pusat layanan konsumen pertamanya di Surabaya
yang diberi nama AXIS Center. Menurut informasi di situs resminya, AXIS
memperkenalkan struktur tarif yang sederhana bagi para pelanggannya. Tarif
sederhana tersebut berlaku saat pertama kali pelanggan menggunakan
layanan.Dalam skema tarifnya, Axis mengenakan tarif ke pelanggan Rp 60 per SMS
berlaku ke seluruh operator seluler di Indonesia. AXIS juga mengenakan tariff
Rp 60 per menit untuk panggilan ke sesama AXIS, serta Rp 600 per menit untuk
panggilan lokal keoperator lain. Pengenaan tarif ini bersifat tetap, mulai dari
menit pertama panggilan tanpa ada syarat dan ketentuan yang tersembunyi, dan
dibebankan per 15 detik.“Kami yakin konsumen akan mendapatkan manfaat dari
tarif yang murah dan menghargai struktur tarif kami yang transparan dan
simple,” kata Erik Aas, Presiden Direktur Axis saat peresmian. Erik mengklaim
bahwa tarif SMS Axis merupakan yang termurah saat ini.Strategi harga dalam
bauran kebijakan cukup penting meski bersifat tradisional, namun merupakan
sebuah postulat yang tak pernah lekang bahwa konsumen akan menekan biaya
semurah-murahnya dalam biaya hidup mereka selama mereka mampu. Karena tariff
yang murah akan memberikan peluang konsumen menggunakan dengan lebih efektif
dan efisien sebagai pelanggan yang mampu menggunakan dananya untuk kegiatan
dengan pendapatan terbatas dan kebutuhan hidup yang lebih banyak dan
bervariasi.
TACTICS
Taktik yang AXIS gunakan adalah berpikir
luas,mengadakan hubungan dengan sumber luar agar jaringan dan dukungan luas.
Taktik yang lain adalah selalu menjadi nomor satu dari bidang telepon seluler,
nilai kepribadian dengan merek yang baik. Dengan optimis, Erik yakin AXIS
adalah produk selular yang selama ini dicari oleh pengguna layanan selular di
Indonesia. Karena selama ini pelanggan senantiasa dihadapkan pada layanan GSM yang
mahal dan pemberlakukan tarif yang membingungkan.
ACTION (Tindakan)
Action (tindakan) yang dilaksanakan AXIS
adalah belajar sungguh-sungguh, membaca banyak keinginan publik untuk menambah
ilmu, aktif mengikuti perkembangan atribut AXIS, rela bekerja keras demi
kepentingan bersama.Tindakan yang dilakukan adalah Dengan optimis, Erik yakin
AXIS adalah produk selular yang selama ini dicari oleh pengguna layanan selular
di Indonesia. Karena selama ini pelanggan senantiasa dihadapkan pada layanan
GSM yang mahal dan pemberlakukan tarif yang membingungkan.
CONTROL(Pengawasan)
Mengontrol atau mengawasi semua strategi dan
kegiatan yang sudah kita jalankan, dengan mengecek penerimaan image publik yang
ada, dengan mengambil sampel acak bertanya tentang tanggapannya dan teknik
lainnya untuk menggali kesan mereka tentang AXIS . Perlu adanya riset yang
lebih dalam tentang layanan, persepsi pelanggan, persepsi pasar, loyalitas
pelanggan dan kekuatan dalam persaingan, karena persaingan mereka cukup bebas
dan mendekati bentu sempurna.Sebagai bentuk pengakuan dari investasinya di
Indonesia, AXIS telah memperoleh sertifikat Uji Layak Operasi(ULO).




0 komentar:
Posting Komentar