About

KEBERHASILAN ITU DIPEROLEH KETIKA SESEORANG MEMPUNYAI KEMAUAN

Senin, 15 April 2013

Revisi Tugas 8 E-Marketing



E-Marketing
E-Marketing adalah segala usaha yang dilakukan untuk melakukan pemasaran suatu produk atau jasa melalui atau menggunakan media Internet atau jaringan. E-marketing adalah electronic-Marketing adalah bagian dari e-Business yang memanfaatkan medium elektronik untuk melakukan aktivitas marketing dalam upaya mencapai tujuan marketing.

4 tahap  dalam strategy e-marketing

-          Strategi E-marketing (E-marketing Strategy), dimana pada tahap ini menggunakan analisis 4P, yaitu
price, harga yang diberikan perusahaan kepada pelanggan,
place atau tempat dimana produk-produk perusahaan ditawarkan,
promotion atau promosi yang sebaiknya atau telah dilakukan perusahaan untuk menarik pelanggan untuk membeli produknya, dan
product yaitu produk-produk apa saja yang perusahaan tawarkan kepada pelanggan.

-          Hubungan strategi e-marketing dengan strategi e-business yaitu

E-marketing merupakan electronic-Marketing yang adalah bagian dari e-Business yang memanfaatkan medium elektronik untuk melakukan aktivitas marketing dalam upaya mencapai tujuan marketing.

Contoh alat/tools yang mendukung implementasi e-marketing adalah internet. PT. Mekarindo Abadi Sejahtera menggunakan website untuk memperluas area pemasaran produk dan pangsa pasarnya, menyediakan informasi yang bermanfaat bagi pelanggan, mencari pelanggan baru serta mempertahankan pelanggan lama agar tetap setia pada PT. Mekarindo Abadi Sejahtera.

Ada 4 metode SOSTAC yang diperkenalkan Paul Smith, yaitu :

-          Situation Analysis (Where Are We Now?)
Situation Analysis merupakan tahapan pertama dalam metode SOSTAC yang bertujuan untuk menganalisa situasi dan kondisi dari proses pemasaran yang sedang berjalan dalam perusahaan. kesempatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan perusahaan serta hambatan baik dari luar dan dalam perusahaan dapat menggunakan kerangka SWOT yang dikembangkan oleh Albert Humphrey. SWOT terdiri dari :

-          Strengths adalah suatu hal yang menjadi kekuatan dan keunggulan dari perusahaan yang dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan. Contohnya seperti : Mempunyai merek yang sudah terkenal, mempunyai pelanggan tetap yang setia.
-          Weaknesses adalah suatu hal yang menjadi kelemahan dari perusahaan, yang dapat merugikan perusahaan. Contohnya seperti: Layanan yang buruk, merek yang tidak dipercaya oleh konsumen, kurangnya sumber daya manusia.
-          Opportunities adalah kesempatan yang dimiliki perusahaan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan meningkatkan keuntungan perusahaan. Kesempatan bisa dari dalam maupun luar perusahaan.
-          Threats adalah gangguan atau hambatan dari dalam maupun luar perusahaan yang dapat menyebabkan masalah bagi perusahaan dan dapat berakibat pada kerugian perusahaan. Contohnya seperti : kompetitor, bencana alam.

-          Objectives (Where Do We Want to Be?)
Setelah perusahaan sudah mengetahui dimana posisi mereka saat ini, maka perusahaan dapat masuk ke dalam tahapan kedua dalam SOSTAC dan dapat mulai menentukan tujuan-tujuan yang ingin dicapai.
-          Strategy (How Do We Get There?)
Tahapan ketiga dalam SOSTAC, yaitu tahap perumusan strategi yang dapat disusun setelah tujuan yang ingin dicapai telah ditetapkan dan dirumuskan pada tahap sebelumnya. perumusan strategi juga termasuk mengidentifikasi strategi cadangan, melihat kembali ciri-cirinya dan memilih kandidat strategi e-marketing terbaik untuk dipakai.

-          Tactics (How to get there?)
Langkah keempat adalah untuk merumuskan taktik. Taktik merupakan rincian langkah dari sebuah strategi yang telah disusun. Perumusan taktik ini sangat penting dalam pencapaian tujuan pemasaran perusahaan. Sebagai contoh, sebuah website online shop ingin produk-produk yang dijualnya lebih diketahui meningkatkan linger time pengunjung mereka. Untuk melakukan itu, di dalam website tersebut ditambahkan fitur-fitur sebagai berikut:
a.       Membuat fitur “similar items” dimana produk yang serupa dengan yang sedang dilihat oleh pelanggan ditampilkan. Produk-produk yang biasanya dibeli secara bersamaan juga ditampilkan.
b.      Membuat fitur “review pelanggan”. Pelanggan dapat memberi nilai terhadap suatu produk dan menulis ulasan mereka terhadap suatu produk. Dari situ pelanggan yang akan membeli dapat tahu apakah produk tersebut bagus atau dia lebih baik membeli produk lain yang disarankan dalam ulasan pelanggan tersebut, yang juga tersedia dalam website online shop tersebut.

-          Action (What is Our Plan?)
Setelah taktik telah dirancang kemudian waktunya dijadikan suatu rangkain proses kerja. Proses kerja ini diharapkan terstruktur dan terjadwal. Oleh karena itu dalam tahapan ini dibuatlah susunan kerangka kerja, dalam bentuk flow chart, gantt chart. Serta membuat perencanaan secara detail dan membuat risk management plan.

-          Control (Did We Get There?)
Pada bagian control disini adalah untuk memonitor dan mengevaluasi secara berkala apakah aplikasi e-marketing yang telah diterapkan perusahaan sudah berhasil mencapai tujuan atau belum. Bila belum mencapai tujuan, kesalahan apa yang membuat tujuan tersebut menjadi terhambat.

1.      Dalam penerapan Dalam penerapan SOSTAC dalam e-marketing, penting untuk melakukan analisis terlebih dahulu. Yang pertama model pendekatan SOSTAC seperti apa yang dibutuhkan untuk perusahaan dapat menyelesaikan masalah e-marketing. Setelah itu menyusun bagaimana model tersebut dapat menyelesaikan masalah dan seberapa efektif model tersebut dapat menyelesaikan masalah. Selanjutnya adalah penetapan kapankah model akan diterapkan. agar dalam penerapan perencanaan model dapat tertata dan terlaksana dengan baik.
Contoh :
AXIS dalam SOSTAC :
SITUATION (Situasi).
Saat ini penulis sedang menjalani pengamatan terhadap masalah yang dihadapi oleh AXIS dan situasi di dalam AXIS yang berbeda dengan situasi perusahaan ditempat lain, karena memiliki karakteristik tertentu. Lingkungan di AXIS relatif homogen karena terdiri dari sebagian besar pada gerak usaha operator seluler dimana staf pekerja AXIS adalah , marketing dan sebagian kecil dari non anggota pemasaran.Suasana yang terasa di AXIS ini adalah suasana marketing, terasa sekali semangat dan di tuntut untuk mencapai target pemasaran,sehingga bisa dikatakan situasi kondisinya logis tenaga marketing secara langsung ataupun supporting system. Sehingga untuk menjadi perhatian , keluasan usaha, cakrawala pengetahuan dalam bidang marketing menjadi hal yang penting.
Analisis SWOT yang adalah :
Strength (kekuatan)
AXIS memulai kiprahnya sebagai operator GSM nasional yang mendambakan penawaran harga sederhana, transparan dan bersaing. AXIS adalah produk selular yang selama ini dicari oleh pengguna layanan selular di Indonesia. Karena selama ini pelanggan senantiasa dihadapkan pada layanan GSM yang mahal dan pemberlakukan tarif yang membingungkan. Saud Al-Daweesh, Presiden Komisaris AXIS, mengatakan bahwa kombinasi populasi di Indonesia yang besar dengan tingkat penetrasi telepon selular rendah serta GDP per kapita yang relatif tinggi menjadikan Indonesia pasar menjanjikan.“Perkiraan kami, lebih dari 150 juta masyarakat Indonesia masih menunggu layanan GSM yang terjangkau,” tambah Saud Al-Daweesh. Axis saat ini telah beroperasi di Jawa TImur dan Jawa Barat yang sekarang merambah Jabodetabek. Pembangungan BTS mencapai jumlah 3.700 unit hingga akhir tahun. Jaringan AXIS akan meliputi Banten, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Bali dan Lombok. Axis didukung oleh pemegang saham mayoritas yaitu Saudi Telecom Company dari Arab Saudi dan Maxis Communications dari Malaysia. Weakness (kelemahan)
Kelemahan AXIS adalah menghadapi pesaing-pesaing di atas adalah dengan persaingan harga yang cukup ketat, merupakan pemain lama yang memiliki, akses pelanggan dan jaringan yang cukup kuat. Sedangkan Indosat dan telkomsel adalah perusahaan BUMN yang memiliki kekuatan yang cukup mampu bertahan dan memiliki sebuah kemapanan secara keuangan dan politik.Sedangkan AXIs merupakan perusahaan swasta yang membutuhkan semangat perjuangan dengan kemandirian yang kuat.
Opportunity (Peluang)
Dalam skema tarifnya, Axis mengenakan tarif ke pelanggan Rp 60 per SMS berlaku ke seluruh operator seluler di Indonesia. AXIS juga mengenakan tariff Rp 60 per menit untuk panggilan ke sesama AXIS, serta Rp 600 per menit untuk panggilan lokal keoperator lain. Pengenaan tarif ini bersifat tetap, mulai dari menit pertama panggilan tanpa ada syarat dan ketentuan yang tersembunyi, dan dibebankan per 15 detik.“Kami yakin konsumen akan mendapatkan manfaat dari tarif yang murah dan menghargai struktur tarif kami yang transparan dan sederhana,” kata Erik Aas, Presiden Direktur Axis saat peresmian. Erik mengklaim bahwa tarif SMS Axis merupakan yang termurah saat ini.
Mulai merambahnya dan dikenalnya alat komunikasi nirkabel di kalangan masyarakat sampai pelosok-pelosok adalah peluang yang cukup menjanjikan bagi AXIS. Sebagai bentuk pengakuan dari investasinya di Indonesia, AXIS telah memperoleh sertifikat Uji Layak Operasi(ULO) untuk seluruh wilayah di Pulau Jawa. Pengembangan berikutnya adalah diwilayah Sumatera bagian Utara, Bali dan Lombok. Uji layak atau feasibility dibutuhkan usaha untuk menjapai sasaran yang tepat dalam melakukan investasi, sehingga investasi dapat efektif dalam mencapai sasaran pelanggan dan pangsa pasar. Besarnya jumlah penduduk dan penyebaran yang tidak merata merupakan kesempatan dan peluang usaha yang baik dalam membangun jaringan baru bagi AXIS.Dalam kesempatan itu Erik juga memaparkan komitmen investasi jangka panjang AXIS. Treath (Ancaman)
Perkembangan teknologi VOIP merupakan ancaman besar karena merupakan peningkatan layanan melalui VOIP akan murah karena system kerjanya merupakan inovasi HT yang dapat memiliki jangkauan panjang dan bebasa biaya, hanya dengan memasang ripiter saja dan menggunakan warles dengan IP tertentu. Inovasi teknoligi invormasi cukup luar biasa dan besar dengan peningkatan kualitas masyarkat dalam menggunakan informasi dan telekomunikasi jarak jauh yang semakin mereka butuhkan.
2. OBJECTIVES (Sasaran)
Sasarannya adalah sektor telekomunikasi seperti hanya perusahaan Seluler lainnya. AXIS telah menerapkan penggunaan 5 P dan SMART dalam menjalankan kegiatannya. Hal ini menjelaskan penerapan Manajemen berdasarkan Sasaran.Mengejar pangsa pasar Indonesia bagian timur merupakan terobosan sasaran yang tepat, karena pengusaan operator mapan dalam hal ini adalah XL, Telkomsel, dan Indosat sudah mengusai sebagian besar Indonesia bagian barat. Sasaran berikutnya adalah eksekutif muda yang baru mempunyai daya beli dan menikmati pendapatan mereka dalam penggunaan seluler, maka harga yang murah menjadi pilihan mereka. Komunitas mereka lebih luas dan masyarakat komunitas cukup efektif untuk menjadi sasaran. Terutama komunitas internet yang tergabung dalam face book dan frienster,. Sehingga perlu membangun komunitas dengan memberikan stimulus, fasilitas layanan dan insentif bagi mereka.
STRATEGY AXIS
Web AXIS aktif bergaul,berkomunikasi dan berdiskusi dengan semua lapisan masyarakat atau public tanpa mengenal suku, daerah pengiriman ataupun usia dengan berkomunikasi yang baik, yang menampilkan AXIS mempunyai jati diri, tanggung jawab dan rela melayani semuanya demi kepentingan bersama. AXIS membuka pusat layanan konsumen pertamanya di Surabaya yang diberi nama AXIS Center. Menurut informasi di situs resminya, AXIS memperkenalkan struktur tarif yang sederhana bagi para pelanggannya. Tarif sederhana tersebut berlaku saat pertama kali pelanggan menggunakan layanan.Dalam skema tarifnya, Axis mengenakan tarif ke pelanggan Rp 60 per SMS berlaku ke seluruh operator seluler di Indonesia. AXIS juga mengenakan tariff Rp 60 per menit untuk panggilan ke sesama AXIS, serta Rp 600 per menit untuk panggilan lokal keoperator lain. Pengenaan tarif ini bersifat tetap, mulai dari menit pertama panggilan tanpa ada syarat dan ketentuan yang tersembunyi, dan dibebankan per 15 detik.“Kami yakin konsumen akan mendapatkan manfaat dari tarif yang murah dan menghargai struktur tarif kami yang transparan dan simple,” kata Erik Aas, Presiden Direktur Axis saat peresmian. Erik mengklaim bahwa tarif SMS Axis merupakan yang termurah saat ini.Strategi harga dalam bauran kebijakan cukup penting meski bersifat tradisional, namun merupakan sebuah postulat yang tak pernah lekang bahwa konsumen akan menekan biaya semurah-murahnya dalam biaya hidup mereka selama mereka mampu. Karena tariff yang murah akan memberikan peluang konsumen menggunakan dengan lebih efektif dan efisien sebagai pelanggan yang mampu menggunakan dananya untuk kegiatan dengan pendapatan terbatas dan kebutuhan hidup yang lebih banyak dan bervariasi.
TACTICS
Taktik yang AXIS gunakan adalah berpikir luas,mengadakan hubungan dengan sumber luar agar jaringan dan dukungan luas. Taktik yang lain adalah selalu menjadi nomor satu dari bidang telepon seluler, nilai kepribadian dengan merek yang baik. Dengan optimis, Erik yakin AXIS adalah produk selular yang selama ini dicari oleh pengguna layanan selular di Indonesia. Karena selama ini pelanggan senantiasa dihadapkan pada layanan GSM yang mahal dan pemberlakukan tarif yang membingungkan.  
ACTION (Tindakan)
Action (tindakan) yang dilaksanakan AXIS adalah belajar sungguh-sungguh, membaca banyak keinginan publik untuk menambah ilmu, aktif mengikuti perkembangan atribut AXIS, rela bekerja keras demi kepentingan bersama.Tindakan yang dilakukan adalah Dengan optimis, Erik yakin AXIS adalah produk selular yang selama ini dicari oleh pengguna layanan selular di Indonesia. Karena selama ini pelanggan senantiasa dihadapkan pada layanan GSM yang mahal dan pemberlakukan tarif yang membingungkan.
         CONTROL(Pengawasan)
Mengontrol atau mengawasi semua strategi dan kegiatan yang sudah kita jalankan, dengan mengecek penerimaan image publik yang ada, dengan mengambil sampel acak bertanya tentang tanggapannya dan teknik lainnya untuk menggali kesan mereka tentang AXIS . Perlu adanya riset yang lebih dalam tentang layanan, persepsi pelanggan, persepsi pasar, loyalitas pelanggan dan kekuatan dalam persaingan, karena persaingan mereka cukup bebas dan mendekati bentu sempurna.Sebagai bentuk pengakuan dari investasinya di Indonesia, AXIS telah memperoleh sertifikat Uji Layak Operasi(ULO).

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More