E – PROCUREMENT
e-Procurement adalah proses
pengadaan barang/jasa pemerintah dilakukan secara elektronik yang berbasis
web/internet dengan memanfaatkan fasilitas teknologi komunikasi dan informasi
yang meliput pelelangan umum secara elektronik.
Walaupun tren positif, ada halangan dalam penerapan e-procurement.
Banyak bisnis kecil dan menengah lambat dalam pengadaan secara online, karena
batasan-batasan dalam mengintegrasikan platform pengadaan dengan sistem yang
sudah ada dan kurangnya standar data. E-procurement dalam sektor
B2C(Bussines-to-Consumer) juga lambat untuk diterima karena jalur-jalur rantai
suplai tidak sepenuhnya mendukung e-bisnis. Jika tidak ada e-procurement maka
pengadaan di lakukan melalui interface.
Ada 3 komponen utama dalam e-procurement
- Vendor management adalah komponen e-procurement
yang mengelola interaksi pemasok dengan sistem e-procurement perusahaan seperti
registrasi pemasok baru, peluang untuk memasok barang dan jasa, penyerahan
quotation/proposal secara online, pengecekan status quotation/proposal yang
sudah diserahkan, dan ranking vendor yang bisa diupdate secara berkala.
- Bid/quote & auction adalah komponen
e-procurement yang melakukan otomasi proses penawaran dari berbagai pemasok
sehingga mampu melakukan transformasi proses manual dari distribusi, penerimaan
dan evaluasi penawaran menjadi proses elektronik.
- Catalogue management adalah komponen
e-procurement yang mengelola konten dari katalog produk berbagai pemasok.
manfaat e-procurement dan permasalahan yang muncul dalam implementasi
e-procurement
-Penghapusan biaya administrasi.
-Pemotongan biaya pembelian.
-Pemotongan waktu siklus pembelian.
- Kontrol manajemen yang lebih besar.
- Pengurangan tingkat kesalahan pemesanan.
E-procurement dalam sektor B2C(Bussines-to-Consumer) lambat untuk diterima
karena jalur-jalur rantai suplai tidak sepenuhnya mendukung e-bisnis. Salah
satu halangan adalah tidak banyak pemasok yang memiliki perlengkapan untuk
berpartisispasi dalam sebuah proses e-procurement. Mereka harus berinvestasi
dalam pembuatan interface yang sesuai dan dalam beberapa kasus customer enggan
berpartisipasi. E-procurement mempengaruhi setiap fungsi dalam perusahaan dan
dapat berkembang melampaui proses procurement saja. Hal ini dapat
memperkenalkan pemasok baru dan peran baru bagi pemasok yang ada seperti bank
dan perusahaan logistik. Dalam banyak kasus, prosendur pengendalian keuangan
dan kebijakan komitmen harus disesuaikan, di mana kegagalan terhadap hal ini
akan berpengaruh negatif pada pengembalian investasi. Beberapa dari masalah
yang perlu diperhatikan oleh perusahaan-perusahaan yang ingin menerapkan solusi
e-procurement yaitu: Pemasok-pemasok yang mampu mendukung fitur elektronik.
Pencarian pemasok baru. Kebutuhan akan kolaborasi yang kuat. Kemampuan untuk
menyampaikan. Biaya transaksi. Pada keadaan tertentu, ketersediaan content dan
transparansi proses.
Strategi
perusahaan dalam penerapan e-procurement adalah penyempurnaan menajemen dalam
proses langsung maupun tidak langsung pada pencarian sumber pembelian.
Penerapan e-procurement secara umum menguntungkan kedua
belah pihak baik pembali maupun pemasok. Proses pembelian dari hulu sampai
kehilir mulai dari permintaan kebutuhan sampai diterimanya barang atau jasa
hingga pembayaran kepada pemasok, dengan adanya penerapan e-procurement dapat terlaksana dengan cepat dan
terminator dengan baik, sehingga akan meningkatkan daya saing perusahaan di
waktu yang akan datang.
contoh
implementasi e-procurement dalam perusahaan dan manfaat dan keuntungan adanya
e-procurement
- proses
pengadaan barang/jasa pemerintah yang pelaksanaannya dilakukan secara
elektronik yang berbasis web/internet dengan memanfaatkan fasilitas teknologi
komunikasi dan informasi yang meliputi pelelangan umum secara elektronik yang
diselenggarakan oleh Layanan Pengadaan Secara Elektronik.
Keuntungan
E-Procurement :
·
Mengurangi
biaya pembelian barang atau jasa
·
Menghemat
waktu proses pembelian /transaksi
·
Mengurangi
biaya administrasi
·
Menunjang
penerapan pembelian tepat waktu (just-in-time)
·
Menunjang
pelaksanaan manajemen rantai pasokan (supply chain management)
contoh implementasi dalam
perusahaaan :
E-Procurement
PLN (eProc) sebagai salah satu aplikasi yang merupakan implementasi dari IT
Governance yang mendukung GCG. Terwujudnya aplikasi tersebut merupakan hasil
kebijakan Manajemen PT. PLN (Persero) tahun 2000 terkait dengan Informasi Stok
Material PLN, Penyusunan HPS, dan Monitoring Pergerakan Material. Sedangkan
hasil Amanat RUPS tahun 2003 menetapkan agar PLN mengoptimalkan eProc yang
sudah dikembangkan untuk tercapainya harga pembelian yang optimal dan
tercapainya inventoru PLN yang efisien. Proses pengadaan secara manual dapat
mengakibatkan sulitnya informasi mengenai harga satuan khusus di internal PLN,
perlakuan yang tidak sama kepada Calon Penyedia Barang/Jasa (CPBJ), dan
lemahnya pertanggung jawaban terhadap proses pegadaan sehingga mengakibatkan
resiko di kemudian hari.
Terkait
tidak adanya informasi stok barang di gudang, mengakibatkan sulitnya mencapai
sasaran stok optimal. Aplikasi eProc mampu membawa manfaat bagi Perusahaan
yakni adanya standardisasi proses pengadaan, terwujudnya transparansi dan
efisiensi pengadaan yang lebih baik, tersedianya informasi harga satuan khusus
di internal PLN, serta mendukung pertanggung-jawaban proses pengadaan. Beberapa
kendala dalam implementasi eProc dapat teratasi dengan adanya komitmen pada
seluruh jajaran manajemen dan pelaksana pengadaan untuk menggunakan eProc
sebagai sarana proses pengadaan barang/jasa di PLN, dan melakukan sosialisasi
secara bertahap serta melakukan penyederhanaan proses pengadaan, memanfaatkan
teknologi dan pengembangan aplikasi yang bersifat fleksibel.




0 komentar:
Posting Komentar