About

KEBERHASILAN ITU DIPEROLEH KETIKA SESEORANG MEMPUNYAI KEMAUAN

Minggu, 14 April 2013

Revisi Tugas 3 Model E-business



Model Bisnis

Model bisnis menggambarkan pemikiran tentang bagaimana sebuah organisasi menciptakan, memberikan, dan menangkap nilai-nilai  baik itu ekonomi, sosial, ataupun bentuk-bentuk nilai lainnya. Model bisnis adalah kombinasi optimal komponen-komponen yang membuat perusahaan dapat menghasilkan laba dan terus bertahan.
Johnson, Christensen dan Kagerman (2008) dalam majalah Harvard Business Review mengatakan bahwa sebuah model bisnis terdiri dari empat komponen:

  •  proposisi nilai bagi konsumen,
  • formula laba,
  • sumber daya kunci, dan
  • kegiatan-kegiatan atau proses-proses kunci.

Sedangkan Osterwalder (2010) memperkenalkan kanvas model bisnisnya yang terdiri dari sembilan komponen:

  1. customer segments, 
  2. channels,
  3.   customer relationships 
  4. Value propositios,
  5. key activities, 
  6. key resources,
  7. partnership networks, 
  8.  cost structures, dan
  9. revenue streams.

Berapapun komponen model bisnis perusahaan, model bisnis yang terbukti dapat memberikan laba setinggi langit saat ini, belum tentu akan bertahan selamanya. Boleh percaya boleh tidak, maskapai penerbangan Merpati Nusantara pernah merajai industri penerbangan di Indonesia pada tahun 1990an. Dengan masuknya banyak pesaing, maskapai ini tidak mampu mempertahankan diri. Toko musik Aquarius sebagai jejaring toko kaset terbesar di Indonesia tak tahan mendapat gempuran pembajakan dan perkembangan teknologi yang memudahkan mengunduh lagu dari internet. Satu demi satu toko music Aquarius pun tutup. Koran dan majalah semakin bertambah ragamnya, namun tiras tidak naik signifikan. Hampir tidak ada media cetak yang tidak didampingi oleh versi on-linenya yang tidak sama persis dan tidak hanya bersifat sebagai pelengkap. Selera dan kebutuhan konsumen memang bisa berubah, sehingga proposisi nilai perusahaan saat ini tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan konsumen.

5        Kekuatan Utama Perusahaan/Organisasi (Porter’s 5 Forces)
a.       Ancaman masuk pendatang baru
b.      Ancaman pesaing
c.       Ancaman produk pengganti
d.      Daya tawar pemasok
e.       Daya tawar konsumen

Pengaruh TI pada setiap kekuatan yang ada pada Porter’s 5 Forces dan Pengaplikasiannya (Contoh : PT HM SAMPOERNA Tbk.)
1.      Ancaman masuk pendatang baru . Masuknya perusahaan pendatang baru akan menimbulkan sejumlah implikasi bagi perusahaan yang sudah ada, misalnya kapasitas yang bertambah, terjadinya perebutan pangsa pasar (Marketshare). Serta perebutan sumber daya produksi yang terbatas. Kondisi seperti ini menimbulkan ancaman bagi perusahaan yang telah ada. Ada beberapa factor yang bisa menghambat masuknya pendatang baru ke dalam suatu industri yang sering di sebut hambatan masuk yaitu :

-          Skala ekonomi
-          Diferensiasi produk
-          Kecukupan modal
-          Biaya peralihan
-          Akses ke saluran distribusi

-          Karakteristik produk
-          Biaya tetap yang besar
-          Kapasitas
-          Besar hambatan keluar
Contohnya, dengan adanya pendatang baru (dalam hal ini perusahaan baru yang memproduksi rokok), maka kapasitas pasar akan bertambah sehingga produktivitas pun semakin berkurang.

2.      Ancaman pesaing. Pesaing di antara perusahaan yang ada. Faktor penentu persaingan di antara perusahaan yang ada adlah pertumbuhan industry, biaya tetap, kelebihan kapasitas, diferensial produk, identitas merek, biaya beralih pemasok, konsentrasi dan keseimbangan, dan hambatan keluar.

Contohnya  : Setiap harinya pesaing PT HM SAMPOERNA Tbk semakin banyak. Oleh karena itulah, perusahaaan ini harus meningkatkan differensiasi produknya dimana fungsinya untuk membedakan produknya dari produk pesaing dalam suatu sifat yang membuatnya lebih diinginkan. Beberapa produk dibedakan dari produk pesaing oleh kualitasnya. Misalnya PT HM SAMPOERNA Tbk menjadi sebuah perusahaan penghasil rokok yang lebih disukai di seluruh negara karena rokok spesialnya, meskipun harganya tinggi. PT HM SAMPOERNA Tbk menggunakan straregi pemasaran yang mengkhususkan pada seleksi bahan produksi (tembakau) yang berkualitas tingi dengan penggunaan teknologi yang lebih unggul. Jadi, pada umumnya semua perusahaan mencari beberapa jenis keunggulan kompetitif yang dapat membedakan produk mereka dan produk yang lainnya.

3.      Ancaman produk pengganti. Perusahaan – perusahaan dalam suatu industri bersaing pula dengan produk pengganti. Walaupun karakteristiknya berbeda, barang subtitusi dapat memberikan fungsi atau jasa serupa. Ancaman produksi subtitusi menjadi kuat bilamana konsumen di hadapkan dengan sedikitnya switching cost dan jika produk subtitusi mempunyai harga lebih murah dan kualitasnya sama.

Misalnya produk dari PT HM SAMPOERNA Tbk adalah Dji Sam Soe dan Malboro. Kemudian untuk meningkatkan produksi, PT HM SAMPOERNA Tbk membuat inovasi baru dengan harga yang murah tapi dengan kualitas yang sama bagusnya, sebut saja U Mild. Secara tidak langsung, konsumen lebih berminat pada U Mild yang murah dan berkualitas tinggi dibanding yang sebelumnya. Oleh karena itulah, PT HM SAMPOERNA Tbk harus memberikan inovasi juga pada produk-produk sebelumnya ataupun dengan mempromosikan lebih giat lagi tentang produk tersebut lewat jejaring sosial ataupun websitenya

4.      Daya tawar pemasok. Pemasok dapat mempengaruhi industri lewat kemampuan mereka untuk menaikkan harga atau pengurangan kualitas produk  atau servis.

Jadi, dengan diperolehnya kepercayaan konsumen, PT HM SAMPOERNA Tbk tidak harus berhenti mempromosikan produknya tetapi lebih giat lagi. Misalnya melalui jejaring sosial ataupun website yang lebih user-friendly, sehingga lebih dikenal lagi dalam pasar.

5.      Daya tawar konsumen. Pembeli mampu mempengaruhi perusahaan untuk memotong harga, untuk meningkatkan mutu dan servis serta mengadukan perusahaan dengan kompetetitor melalui kekuatan yang mereka miliki.

Misalnya melalui Customer Service, pelanggan dapat mengadukan segala keluhan terhadap produk PT HM SAMPOERNA Tbk sehingga dapat menjadi masukan bagi peningkatan produktivitas produknya.

Model-model E-Business yang berhubungan dengan pasar e-business :
a)      Business to Customer (B2C) : e-shops, e-malls, e-auctions, buyer aggregators, infomediaries, portaling, manufacturer model, subscription;
b)      Business to Business (B2B) : e-auctions, informediaries, e-procurment, e-distribution, portaling, e-marketing, trading communities, third-party marketplaces, collaboration platforms, value chain integrators, value chain service providers, affiliates;
c)      Consumer to consumer (C2C) : e-auction, virtual communities.


0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More