Pengertian
Lingkungan Bisnis dan Komponen-Komponennya
Lingkungan
bisnis adalah seluruh kegiatan yang diorganisasikan oleh orang-orang yang
berkecimpung dalam bidang perniagaan dan industry yang menyediakan barang dan
jasa untuk kebutuhan mempertahakan dan memperbaiki standar serta kualitas.
Lingkungan bisnis terbagi atas 2, yaitu :
1. Lingkungan bisnis secara internal
Lingkungan Internal dipengaruhi oleh beberapa factor, yaitu
: Tenaga kerja (Man) , Modal (Money) , Material / bahan baku (Material) ,
Peralatan/perlengkapan produksi (Machine) , Metode (Methods)
Lingkungan internal ini biasanya digunakan untuk menentukan
Strength(kekuatan) perusahaan, dan juga mengetahui Weakness (kelemahan)
perusahaan.
2.
Lingkungan bisnis secara
eksternal
Adalah lingkungan yang dipengaruhi oleh konsumen, pesaing,
pemasok,dan peraturan pemerintah.
Paradigma Ekonomi dan Hubungannya
1. Paradigma Ekonomi Industrial
Paradigma
ekonomi industrial (industrial economy paradigm) adalah aturan mendasar
dari pasar, dan dapat melampaui ekonomi. Memahami, tidak ada pasar yang
homogen, atau satu set aturan universal, karena berbagai jenis transaksi
memiliki implikasi yang berbeda. Paradigma ekonomi industrial ada karena setiap transaksi
memiliki implikasi untuk kedua pembeli dan penjual. Implikasi yang mungkin melampaui
sekedar pertukaran barang, jasa, dan uang.
Ciri-ciri :
-
Ada proses jual-beli antara konsumen
dan produsen
-
Organisasi birokratik
(max weber ->
teori organisasi)
-
posisi strategis strategi
bisnis (Michael porter strategi)
-
vertikal terintegrasi
perusahaan
2. Paradigma Ekonomi Jejaring
(Networked Economy Paradigm) dan Ciri-cirinya
Paradigma ekonomi jejaring adalah
jaringan yang menghubungkan sentrl-sentra inovasi,produksi dan kemandirian usaha masyarakat kedalam
suatu jaringan berbasi teknologi informasi, untuk terbentuknya jaringan pasar
domestic diantara sentra dan pelaku usaha masyarakat.
Ciri-cirinya :
-
Transaksi jual beli dapat dilakukan
di jejaring social
-
sistem
ekonomi yang berbasis pada kekuatan ekonomi rakyat
Perbedaan Paradigma ekonomi industri
dan paradigma ekonomi jejaring
Kalau industrial economy, transaksi jual belinya dilakukan dengan
tatap muka atau melalui distributor itu sendiri. Sedangkan dengan networked
economy, transaksi dilakukan tanpa harus bertatap muka tetapi dengan
melalui jaringan sosial/internet. Kalau dilihat dari tingkat keamanannya, industrial
economy lebih terjamin keamanannya dibanding dengan networked economy
Hubungan ekonomi industri dan paradigma ekonomi jejaring
adalah
bahwa keduanya sama-sama melakukan transaksi jual beli entah dalam bentuk
barang maupun dalam bentuk jasa sehingga kedua belah pihak sama-sama
mendapatkan keuntungan.
Pendapat Alvin Tofler Tentang Proses Perubahan
·
Gelombang pertama adalah masyarakat setelah revolusi agraria dan diganti pertama pemburu pengumpul budaya.
·
Gelombang kedua adalah masyarakat selama Revolusi Industri (abad ke-17 ca. akhir
melalui pertengahan abad ke-20). Komponen utama dari masyarakat Gelombang Kedua
adalah keluarga inti , pabrik-jenis sistem
pendidikan dan korporasi . Toffler menulis: "Masyarakat Gelombang Kedua
adalah industri dan berdasarkan produksi massal , distribusi massa , konsumsi massa , pendidikan massa , media massa , massa rekreasi , massa hiburan , dan senjata pemusnah massal . Anda menggabungkan
hal-hal dengan standarisasi , sentralisasi , konsentrasi
sinkronisasi, dan, dan Anda berakhir dengan gaya organisasi yang kita sebut birokrasi . "
·
Gelombang ketiga adalah masyarakat pasca-industri . Menurut Toffler, sejak
akhir 1950-an sebagian besar negara telah bergerak menjauh dari Masyarakat
Gelombang Kedua ke dalam apa yang dia sebut Masyarakat Gelombang Ketiga, yang
didasarkan pada pengetahuan ditindaklanjuti sebagai sumber daya utama.
Deskripsinya ini ( super-masyarakat industri ) bentuk ekor burung ke
dalam konsep penulis lain '(seperti Era Informasi , Space Age , Elektronik Era, Global Village , technetronic usia, ilmiah-revolusi
teknologi), yang untuk berbagai derajat diperkirakan demassification,
keragaman, pengetahuan berbasis produksi, dan percepatan perubahan (salah satu
maksim kunci Toffler adalah "perubahan adalah non-linear dan dapat pergi
ke belakang, ke depan dan ke samping").
Contoh Proses Perubahan Paradigma Bisnis dari industrial
ke networked economy
Salah
satu contoh dari industri yang menghasilkan jasa yaitu PT Garuda. Pada kasus
ini, PT Garuda bukan merupakan industri yang biasanya kita kenal sebagai sarana
untuk mengolah bahan mentah menjadi bahan siap pakai, tetapi justru dengan
menggunakan layanan jasa. Jadi, maksudnya dengan menggunakan pesawat Garuda
Indonesia, pelanggan atau konsumen dapat mendapatkan layanan berupa jasa
transportasi. PT Garuda juga menerapkan sistem online (yang menggunakan
jaringan) sebagai layanan akses untuk penjualan dan pembelian tiket maupun
layanan customer. Ini merupakan salah satu kegiatan e-business dengan
menggunakan layanan jasa.




0 komentar:
Posting Komentar