Enterprise Resources Planning (ERP)
ERP
adalah sebuah sistem informasi perusahaan yang dirancang untuk
mengkoordinasikan semua sumber daya, informasi dan aktifitas yang diperlukan
untuk proses bisnis lengkap. Sistem ERP didasarkan pada database pada umumnya
dan rancangan perangkat lunak modular. ERP merupakan software yang
mengintegrasikan semua departemen dan fungsi suatu perusahaan ke dalam satu
sistem komputer yang dapat melayani semua kebutuhan perusahaan, baik dari
departemen penjualan, HRD, produksi atau keuangan.
KOMPONEN-KOMPONEN ERP
ERP biasanya terbagi atas modul utama
Operasi dan modul pendukung Finansial, Akunting dan Sumber Daya Manusia 16
sebagai berikut:
I.
Modul Operasi
Terdiri
atas General Logistic, Sales and Distribution, Materials Management,
Logistic Execution, Quality Management, Plant Maintenance, Customer Service,
Production Planning and Control, Project System, Environment Management
II.
Modul Finansial dan Akunting
Terdiri
atas General Accounting, Financial Accounting, Controlling, Investment Management,
Treasury, Enterprise Controlling
III.
Modul Sumber Daya Manusia
Terdiri
atas Personnel Management, Personnel Time Management, Payroll, Training and
Event Management, Organizational Management, Travel Management
Hubungan ERP dan Arsitektur E-business:
Enterprise Resource Planning (ERP) : system informasi pendukung e-business
yang menyediakan berbagai macam kebutuhan perusahaan seperti supply chain, CRM,
marketing, warehouse, shipping, dan payment, serta mampu melakukan otomatisasi
proses bisnis atau menyangkut hubungan dalam internal perusahaan tersebut, yang
meliputi ; production and finance, human resource, sales and distribution,
order management.
Manfaat TI dalam ERP!
Efisiensi biaya, waktu dan tenaga dalam penerapan Teknologi Informasi
melalui pelaksanaan sistem manajemen ERP juga dapat dibuktikan melalui :
-
Single Entry, maksudnya dalam ERP, Anda hanya cukup
satu kali memasukkan data untuk mendapatkan beberapa laporan.
-
Melalui ERP status barang/order dapat dipantau
setiap saat.
-
Database marketing Anda dapat dilihat dan diperbarui
setiap saat.
-
Dengan menggunakan teknologi komputer, Anda tidak
lagi memerlukan banyak paperwork, cukup menyimpan soft-copynya dan data
/laporan dapat diprint/cetak kapan saja diperlukan.
-
Pencarian data dapat lebih mudah dan cepat, karena
semuanya telah didokumentasi dan dikordinasi dengan baik oleh pusat data yang
telah terbentuk dalam sistem ERP.
-
Mengurangi Lead Time, maksudnya penyebaran informasi
dilakukan secara serempak dan bersamaan ke tiap departemen, sehingga proses di
tiap departemen terkait dapat dilaksanakan segera dan secepatnya tanpa harus
saling menunggu sampainya informasi.
Penyebab kegagalan implementasi ERP
1.
Waktu
dan biaya implementasi yang melebihi anggaran
2.
Pre-implementation
tidak dilakukan dengan baik
3.
Strategi
operasi tidak sejalan dengan business process design dan pengembangannya
4.
Orang-orang
tidak disiapkan untuk menerima dan beroperasi dengan sistem yang baru
5.
Manajemen
perubahan dan training.Biasanya kesulitan terbesar terletak pada perubahan
praktek pekerjaan yang harus dilakukan.Disamping itu training yang melibatkan
banyak modul seharusnya dilaksanakan
seawal mungkin.
6.
Manajemen
proyek yang buruk.
Hanya sedikit organisasi yang
mengimplementasi ERP tanpa melibatkan konsultan. Namun sering kali konsultan
melakukan perbuatan yang merugikan kliennya dengan tidak membagi tanggung
jawab.
7. Rendahnya keterlibatan Eksekutif.
Implementasi membutuhkan
keterlibatan eksekutif senior untuk memastikan adaya partisipasi yang terdiri
dari bisnis dan IT dan membantu penyelesaian konflik-konflik.
8. Kurangnya tenaga kerja. Kurangnya
tenaga kerja karena kebanyakan perusahaan menggunakan aplikasi ERP yang dapat
melakukan semua pekerjaan manusia. Akibatnya kurang tenaga kerja.
9. Evaluasi software yang tidak
mencukupi.Organisasi biasanya tidak cukup memahami apa dan bagaimana software
ERP bekerja sampai mereka sepakat untuk membeli.
Syarat
terpenting dari sistem ERP adalah Integrasi. Integrasi yang dimaksud adalah
menggabungkan berbagai kebutuhan pada satu software dalam satu logical
database, sehingga memudahkan semua departemen berbagi informasi dan
berkomunikasi.
Untuk dapat
mengetahui penerapan ERP disebuah perusahaan, maka kita akan melihat ERP
pada perusahaan rokok Indonesia.. PT. HM Sampoerna adalah salah satu dari
perusahaan rokok terbesar di Indonesia selain Gudang Garam dan Djarum. Dalam
perkembangannya, operasional harian menjadi sangat rumit. Salah satu departemen
yang mengalaminya adalah departemen logistik yang pekerjaan hariannya
menyatukan data-data persediaan bahan baku, distribusi bahan baku, data
produksi. Data-data tersebut terkumpul pada akhir jam kerja, sehingga
menyulitkan. Ini dilakukan dengan manual, sehingga bisa dibayangkan sulitnya
jika data-data tersebut terdiri dari ribuan data dan memerlukan proses yang
lama. Masalah tersebut mendorong PT. HM Sampoerna untuk membangun Teknologi
Informasi, yang dimulai pada tahun 1992.
Sumber:http://id.shvoong.com/business-management/2214019-pengertian-business-electronic-business/




0 komentar:
Posting Komentar