Tata Kelola
Teknologi Informasi
IT Governance adalah tanggung
jawab dewan direksi dan manajemen eksekutif. Ini merupakan bagian integral dari
Pemerintahan Enterprise dan terdiri dari struktur kepemimpinan dan organisasi
dan proses yang memastikan bahwa organisasi TI menopang dan memperluas strategi
dan tujuan organisasi.
IT Governance adalah kapasitas
organisasi dilakukan oleh dewan, manajemen eksekutif dan manajemen TI untuk
mengontrol perumusan dan pelaksanaan strategi TI dan dengan cara ini memastikan
fusi bisnis dan Teknologi Informasi
Menurut Weill & Ross (2004)
IT governance adalah wewenang dan tanggung jawab secara benar dalam menetapkan
suau keputusan untuk mendorong perilaku teknologi informasi pada perusahaan.
Kerangka
dan Komponen Dalam Tata Kelola TI
Tiga komponen dalam kerangka
kerja IT Governance berdasarkan riset CISR meliputi: (Weill and Woodham, 2002) antara
lain :
1.
“What”
atau keputusan TI apa yang diambil atau bagaimana TI dipergunakan dalam
organisasi. Keputusan-keputusan tersebut, yang disebut sebagai domain TI,
antara lain meliputi bidang-bidang:
-
IT
principles atau prinsip pemanfaatan atau peran TI yang mencerminkan esensi
mengenai arah perusahaan serta bagaimana TI akan dipergunakan.
-
IT
Infrastructure Strategy, adalah strategi dalam hal membangun pondasi
kapabilitas TI, yang terdiri dari layanan-layanan TI yang standard an
dibagi-pakai oleh seluruh organisasi serta dikoordinir secara terpusat
(misalnya jaringan, helpdesk, data yang dapat dibagi-pakai dan sebagainya)
-
IT
Architecture, merupakan sekumpulan kebijakan-kebijakan serta pilihan-pilihan
teknis yang terintegrasi untuk memandu organisasi dalam memenuhi kebutuhan
bisnis.
-
Business
Application, atau aplikasi bisnis yang perlu diadakan dan dikembangkan.
-
Investment
& Prioritization, merupakan keputusan mengenai jumlah serta alokasi biaya
investasi TI, termasuk pengajuan proposal proyek, justifikasi teknis,
persetujuan serta akuntabilitas
2.
“Who”
atau siapa yang memiliki otoritas atau bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan-keputusan
penting TI, serta peran stakeholder TI di dalamnya. Beberapa pola dasar atau IT
Governance archetype yang menyangkut pengambilan keputusan TI, antara lain:
-
Business
Monarchy, dimana keputusan diambil oleh individu, grup atau komite yang terdiri
dari eksekutif bisnis senior (pada tingkat CxO atau Chief Executive Officer,
Chief Operation Officer, Chief Finance Officer dan sebagainya)
-
IT
Monarchy, dimana keputusan diambil oleh individu TI atau grup eksekutif TI
-
Feudal,
dimana keputusan diambil oleh pimpinan unit bisnis, pemilik proses-proses
penting atau delegasi nya.
-
IT
Duopoly, dimana keputusan diambil oleh eksekutif TI beserta suatu grup lain
(seperti seorang CxO atau pimpinan unit bisnis)
-
Federal,
dimana keputusan diambil secara bersama-sama oleh eksekutif tingkat CxO dan
sedikitnya satu grup bisnis lain (dapat termasuk eksekutif TI)
-
Anarchy,
dimana keputusan diambil oleh masing-masing pengguna.
3.
“How”
atau bagaimana cara atau mekanisme pengambilan keputusan. Berbagai mekanisme
yang dipakai, dapat dikelompokkan berdasarkan struktur pengambilan keputusan
(seperti executive comitee,IT council dll), proses penyelarasan atau alignment
processes (seperti project tracking, service level agreement dll) dan
pendekatan komunikasi (seperti senior management announcement,intranet,dll). IT
Governance dalam suatu organisasi, yang dalam hal ini merupakan suatu
pengaturan yang sifatnya ‘Top Level’, merupakan kombinasi antara ketiga
komponen di atas.
Alasan
Aspek Sumber Daya Manusia Sangat Berperan Penting Dalam Tata Kelola TI
adalah karena sumber daya manusia
merupakan penggerak berjalannya sistem untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
Di samping itu, sumber daya manusia juga memadukan teknologi informasi dengan
aspek manajemen lainnya agar dapat memberikan dukungan maksimal terhadap
pencapaian tujuan. Oleh karena itulah, selain sistem, pengaruh sumber daya
manusia juga sangat berperan penting dalam tata kelola TI.
5
Komponen Utama Tata Kelola TI Menurut Weill & Ross (2004)
- IT Principles decisions
- IT Architecture decision
- IT infrastructure decisions
- IT investment and prioritization decisions
- Business applications needs
Ini mengilustrasikan kelima
wilayah pembagian, dimana perusahaan harus melakukan tatakelola. Kelima bidang
tersebut antara lain:
- Bidang prinsip-prinsip TI Prinsip-prinsip TI merupakan pernyataan terperinci tentang ekspektasi/harapan terhadap TI dalam mendukung strategi bisnis perusahaan. Perusahaan yang ingin sukses dalam penerapan TI-nya harus mampu mengeksplisitkan prinsip-prinsip kunci tentang bagaimana perusahaan memanfaatkan TI. Idealnya adalah, prinsip-prinsip tersebut dapat dinyatakan sebagai berikut: "Bagaimana konsep operasi (operation model) perusahaan ?", "Bagaimana TI mendukung konsep operasi tersebut ?", "Terus, bentuk investasi TI apa yang akan dipilih ?.
- Bidang arsitektur TI Pada bidang ini, tatakelola TI harus berperan dalam menentukan keputusan dalam rancangan arsitektur TI. Termasuk didalamnya adalah standarisasi proses, arsitektur data, dan juga arsitektur teknologi. Selain itu, dalam bidang ini tatakelola TI harus berperan dalam menentukan kebijakan tentang apa saja yang termasuk dalam kategori infrastruktur dan suprastruktur (aplikasi), dengan pertimbangan efisiensi dan fleksibilitas.
- Bidang infrastruktur TI Pada bidang ini, tatakelola TI harus berperan dalam menentukan kemampuan infrastruktur TI yang tinggi, sehingga memiliki kemampuan time-to-market, tingkat pertumbuhan, tingkat penjualan produk yang tinggi pula. Selain itu, bidang yang harus ditatakelola TI adalah keputusan-keputusan tentang infrastruktur TI, termasuk antara lain: "Siapa pemilik layanan infrastruktur TI ?", "Apakah layanan infrastruktur TI memilih untuk di-outsource ?", "Berapa biaya layanan infrastruktur ?", "Kapan layanan infrastruktur perlu di-update ?".
- Bidang aplikasi bisnis Pada bidang ini, tatakelola TI harus berperan dalam menentukan aplikasi-aplikasi yang diperlukan untuk mendukung bisnis perusahaan. Terdapat dua tujuan yang bertolak belakang dalam identifikasi aplikasi bisnis, yaitu: Kreatifitas, melakukan eksperimental untuk mencari tahu cara baru yang lebih efektif untuk meningkatkan nilai tambah bagi konsumen atau merealisasikan strategi bisnis. Pada tujuan ini, perusahaan lebih fokus terhadap bagaimana meningkatkan efektifitas proses utama (core). Disiplin, pada tujuan ini, perusahaan berusaha menjaga integritas arsitektur aplikasi bisnis, perusahaan lebih memfokuskan dalam membangun aplikasi bisnis yang sudah dimiliki. Selain itu, pada bidang aplikasi bisnis ini perlu dilakukan manajemen proyek pengembangan yang berfungsi untuk mengelola resiko-resiko yang positif.
- Bidang investasi TI dan prioritasi Pada bidang ini, tatakelola TI harus berperan dalam menentukan keputusan investasi dan prioritasi. Secara umum terdapat tiga isu utama dalam menentukan keputusan investasi, antara lain: "Berapa total investasi yang harus dikeluarkan ?", "Investasi dikeluarkan untuk kebutuhan apa ?", "Bagaimana cara mengakurkan kebutuhan investasi terhadap pihak-pihak yang berbeda ?"
Untuk
menentukan prioritas investasi TI, perusahaan dapat menentukannya berdasarkan return (kembalian)
dan risk (resiko). Portofolio investasi TI dapat digunakan
untuk membantu kita dalam memprioritaskan investasi TI.




0 komentar:
Posting Komentar